Wednesday, 18 May 2016

Asal usul desa TRIBUANA kec.punggelan.

Selamat berbahagia pemirsa dunia maya se NUSANTARA.
KHUSUSNYA tribuana banjarnegara.

Sejarah memang berharaga, dan sangat mengasyikan ketika ketika menyimaknya.seperti ketika saya mendengarkan langsung dari nara sumber terpercaya.

Ya baiklah pemirsa, di sini admin akan mencoba mengupas tentang sejarah/atau asal usul desa TRIBUANA, dan siapa yang membuat TRIBUANA.
Baiklah lur, di ambil dan saya dengarkan langsung dari nara sumbernya ya itu mbah NASRUDIN selaku orang yg masih menjadi salah satu keturunan/Buyut/cicit dari seorang yang prtama kali menempati desa TRIBUANA.

"TRIBUANA" yg berarti TRI itu TIGA, dan BUANA adalah alas/hutan jadi knapa di sebut sebagai desa TRIBUANA karena dulu ada TIGA HUTAN/ALAS  di jadikan menjadi 1 rumpun ya itu TRIBUANA.

di kisahkan kurang lebih pada sekitar thun 1927 ada seorang jawa dari daerah merden yang berkelana bernama MBAH DULANG KAWAK,dan daerah yg prtama dia singgahi adalah puncak KARANG BOKONG. dulu menurut cerita puncak karang bokong dan sekitaran semua tribuana berupa hutan yg terdiri banyak dari pohon jati yg sudah tua,
Ketika pertama kali menyinggahi puncak karang bokong, mbah dulang kawak terheran karena melihat ada tiga buah makam, yg tak tau siapa yg di makamkn prtma kali di karang bokong.prtanyaan itu beliau simpan dalm hati. Beberapa bulan kemudian di karng bokong,mbah dulang kawak menebangi semua pepohonan yg sudah tua untuk di jadikan tmpt tinggal.

Setelah hutan mulai tetlihat bersih mbah dulang kawak kemudian berjalan menuju arah utara dari karang bokong menyusuri sungai sigar pandan. Sesampainya ke utara,mbah dulang kawak terkaget mendengar suara seseorang, y beliaulah ki RAGAINA. Orang yg prtma x menempati desa mertaina. Di sebut MERTAINA karena konon ki RAGAINA sedang mencari seseorang yg sakti mandra guna y itu EYANG MERTASARI. intuk itulah maka sekkarang yg di sebut desa mertaina di ambil dari nama depan seorang yg sakti y itu MERTAsari, dan nama orang yg prtma x menempati hutan trsebut y itu ki ragaINA. dan jadilah MERTAINA.

Sesaat setelah mereka mengobrol anatara mbah dulang kawak dan ki ragaina,
Mbah dulangkawak pun kembali ke karang bokong. Beliau memulai kmbali aktifitasnya untuk membersihkan hutan itu.
Setelah beberapa hari kemudian,mbah dulang kawak berjalan kembali ke arah timur melewati pinggiran sungai pekacangan dan berhenti di sungai kedawung.
Mbah dulang kawak pun kembali terkaget,karena bertemu tiga orang berperawakn besar dan hitam,kemudian mereka mengobrol,dan ternyata salh satu dari mereka bernama TIR IRENG WUDA bersama 2 keluarganya.
Nah,, asal usul kenpa ada desa TRISI, seperti cerita mbah nasrudin, di ambil dari nama seorang buda tersebut ya itu TIR ireng wuda dan di ambil dari 3 orng trsebut karena yg pertama kali mengISI tempat trsbt,  akhirnya menjadi TIRSI/lebih jelas menjadi TRISI.

Setelah beberapa saat mreka berbincang,akhirnya mbah dulang kawak kembali pulang ke karang bokong, sesampainya di atas puncak karang bokong beliau beristirahat di balai depan gubuknya, tak tersadar beliau tertidur.
Dalm tidurnya mbah nasrudin bercerita, beliau bermimpi di datangi seorg yang berjenggot panjang hingga menjuntai ke tanah, berpakain serba putih, dan ada semacam mahkota berwarna emas di kepalanya.
Yaa, beliaulah seorang sakti mandraguna saking saktinya beliau menjadi siluman,Yang bernama eyang MERTASARI. Dan ternyata beliaulah yg di kubur di karang bokong pertama kali.
Alkisah eyang MERTASARI bercerita kepada mbah WIRADIPA ketika beliau masih hidup.
Di ceritakan dulu eyang MERTASARI benar2 sakti, hingga suatu saat ketika beliau berjalan di sekitaran desa SIMPAR, beliau di hadang oleh 7 berandalan yang akhirnya membunuh eyang MERTASARI.
Bukan berarti eyang MERTASARI tidak sakti mandraguna,tapi karena keinginanya untuk MATI. Tubuhnya di potong mnjadi 3 bagian oleh berandaln tersebut, dari bagian kepala hingga prut eyang mertasari, di buang ke sungai pekacangan dan berhenti di sebelah utara desa LENGKONG, oleh karena itulah tempat di sebelah utara desa lengkong tepatnya sekitaran daerah klantang di juluki sebagai BUSUNG.
Kemudian bagian perut hingga bokong terdampar di puncak karang bokong, dari itulah tmpat itu hingga sekarang menjadi KARANG BOKONG.
dan yg terakhir bagian kaki dari eyang MERTASARI berhenti di sekitaran sbelah utara ke barat sedikit, dan tmpt itu di beri nama KEJAJAR yg berarti kaki dari eyang MERTASARI berhenti sejajar.
Mendengar cerita dalam mimpinya mbah wiradipa terheran akan ke saktian eyang MERTASARI. kemudian mbah dulang kawak tersadar seketika itu juga.

Setelah berisrirahat,mbah dulang kawak memutuskan pulang kembali ke susukan untuk membawa keluarganya pindah ke karang bokong, beberapa tahun kmudian mbah dulang kawak dan keluarganya bercocok tanam dan beranak pinak di sekitaran karang bokong. Mereka berkumpul menjadi satu, maka dari itulah mbah dulang kawak membuat nama daerah tersebut menjadi KEMPUL yg berarti mereka BERKUMPUL di tmpat itu.

Mbah Nasrudin bercerita, ketika mbah dulang kawak sudah mulai menua, beliau memberikan berupa nasehat dan wejangan kepada warga KEMPUL, bahwasanya ketika mbah dulang kawak meninggal, juru kunci dari KARANG BOKONG harus dari keluaraga atau keturunan mbah dulang kawak sampai kapan pun.hingga sekarang termasuk mbah NASRUDIN lah yg menjadi juru kunci makam KARANG BOKONG.
mbah dulang kawak berkata, suatu saat kalau juru kunci dari makam karang bokong di ganti orang yg bukan dari keturunanya maka desa kempul akan longsor/lengser dan hilang.(wallohuallam).
Di ceritakan entah di tahun berapa mbah dulang kawak bercerita, akan ada masa kembali negara ini di jajah, dan beliau berkata, " JIKA SUATU SAAT NEGARA INI DI JAJAH KEMBALI, KALIAN ORANG2 DI DESA TRIBUANA BERSEMBUNYILAH DI KARANG BOKONG, KARENA DI TEMPAT ITULAH SUATU SAAT AKAN MUNCUL MAHLUK YANG SANGAT BESAR HIJAU BERMATA BESAR YANG AKAN MELINDUNGI KALIAN.
Menurut cerita mbah nasrudin, yg dapt membangunKan mahluk tersebut ialah juru kunci dari MAKAM KARANG BOKONG. Di tahun berapakah hal itu terjadi? Hanya ALLAH lah yg tau atsa apa yg ada di langit dan di bumi.

Juru kunci makam KARANG BOKONG sekarang, MBAH NASRUDIN



Jalan masuk ke pemakaman KARANG BOKONG.

 Makam mbah WIRADIPA dan eyang MERTASARI




Konon di sinilah tempat bersemayamnya mahluk tinggi besar berwarna hijau.yang akan bangunnketika masa ITU datang.



Sekian pemirsa dari saya, semoga bisa menambah wawasan kita.
Jangan lupa di share y, biar tmn2 kita juga tau tentang sejarah desa TRIBUANA.



14 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Apa iya ya, aku ya lengkong e 😀😀

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. maaf siapa yg masukin cerita ini ke internet... sedangkan yg buat cerita. tdk tercantum namanya

    ReplyDelete
  5. ini saya sendiri anaknya.. asal usul cerita ini sendiri di tuliskan langsung oleh bp kidalang suparno.. tapi kenapa penulis aslinya tdk tercantum sama sekali tolong kaltifikasinya ya.. saya perlu kejelasan

    ReplyDelete
  6. ini saya sendiri anaknya.. asal usul cerita ini sendiri di tuliskan langsung oleh bp kidalang suparno.. tapi kenapa penulis aslinya tdk tercantum sama sekali tolong kaltifikasinya ya.. saya perlu kejelasan

    ReplyDelete
  7. ini saya.. selagi anaknya... sedangkan pencipta asli sesungguhnya ki dalang suparno..tapi kenapa penulis aslinya tdk tercantum tolong klarifikasinya..

    ReplyDelete
  8. ini saya.. selagi anaknya... sedangkan pencipta asli sesungguhnya ki dalang suparno..tapi kenapa penulis aslinya tdk tercantum tolong klarifikasinya..

    ReplyDelete
  9. Penulisnya mas endi cucu mbah nasrudin dengan narasumber mbah nasrudin sendiri

    ReplyDelete
  10. Di nalar ora masuk mas...
    Aku generasi ke 4 turunan mertaina...
    Jenengku Achmad Darmawan Dipomenggolo bin Sakim Siswodarmodjo bin Sapan Ahmad Dispan bin Dipomenggolo. Ramaku Sakim Siswodarmodjo kue kelahiran mertaina 17 Februari 1927.

    Tribuana erat ceritane Karo laskare pangeran Diponegoro sing ngili lan gerilya Nang sekitar perbatasan Banjarnegara lan Purbalingga.

    email: dipomenggolo@gmail.com

    ReplyDelete
  11. Nyuwun sewu, maqome mbah wiradipa sebelah pundi njeh ?

    ReplyDelete